tidak tertutup kemungkinan polisi melanggar ham pada penanganan kerusuhan massa dalam kabupaten musi rawas, sumatera selatan, pekan kemarin. itulah aspirasi wakil ketua dpd, la ode ida, perihal tindakan polisional dan malahan berujung dalam kematian lima warga setempat.
gesekan kepentingan serta politik setempat, saat itu, mencari emosi masyarakat mengarah dalam demonstrasi menanggapi usulan pemekaran kabupaten itu, adalah kabupaten musi rawas utara, dan urung dikabulkan.
kerusuhan musi rawas tidak perlu terjadi kalau polisi bisa mengendalikan diri saat mengamankan penampilan demo masyarakat dan menuntut pemekaran wilayah, ujarnya senator ida, di kendari, minggu.
saat warga mengerjakan aksi demo tutur senator tersebut, semuanya berjalan alami, damai serta lancar tidak banyak yang mengambil tindakan anarkhis.
Informasi Lainnya:
- Mengenal Pengobatan Alternatif
- Manfaat Daun Sirsak
- Pengobatan Alternatif
- Mengenal Pengobatan Alternatif
massa berubah anarkhis tutur dia, sesudah polisi dan mengamankan demo menembaki masyarakat secara brutal yang menewaskan empat masyarakat serta beberapa pihak luka. tidak kurang markas polres musi rawas dibakar, pilihan rumah kepolisian setempat juga sama. bahkan ada pernyataan kiranya kabupaten itu tidak dulu menerima kehadiran polisi.
warga yang luka kemudian dilarikan dalam properti sakit, tapi cuma beberapa hari menjalani pemeliharaan, korban kena tembak itu meninggal. maka korban meninggal akibat kerusuhan di musi rawas, ujarnya.
senator ida menyampaikan, dalam senin pekan depan, dirinya bersama anggota dpd dari sumatera selatan, hendak berkunjung ke musi rawas, berkomunikasi langsung melalui masyarakat setempat.
selama kunjungan tersebut kami hendak membayar warga musi rawas yang menuntut pemekaran wilayah merupakan kabupaten musi rawas utara, untuk bersabar, sebab wilayah itu mau segera dibahas menjadi daerah otonom masih bersama empat calon daerah otonom yang lain pada indonesia, ujarnya.
mereka dan terlibat dalam penembakan warga itu, untuk diberi hukuman setimpal, makanya mampu meninggalkan jera terhadap polisi-polisi lain agar mengambil tindakan brutal, katanya.
menurut senator ida, masih banyak lima calon daerah otonom baru yang hendak dibahas dpr selama sidang berikutnya yang direncakan di juli 2013.
kelima calon daerah otonom masih tersebut yakni, kabupaten musi rawas utara (sumatera selatan), kabupaten buton sedang, kabupaten buton selatan, kabupaten muna barat serta kota muna (sulawesi tenggara).